Jam 5 pagi kami janjian bertemu dikantor, dan memulai perjalanan kami naik Taxi ke pelabuhan muara angke. Letak kantor kami di jl pahlawan revolusi pondok bambu hingga muara angke hanya menghabiskan sekitar 100 ribu rupiah saja. Sampai jam 6 tepat di muara angke kami pun mencari kapal yg akan hendak menuju pulau tidung. Ongkosnya ternyata sangat murah hanya 30 ribuan perorang. Keadaan kapal pada saat itu lumayan ramai, sebagian besar adalah wisatawan, sisanya adalah penduduk asli pulau tidung.
Sudah dapat rumah inap, kami pun menyewa sepeda. oh ya! di pulau tidung gak ada mobil yg ada hanya motor itupun jumlahnya sedikit. Warga sekitar lebih nyaman menggunakan sepeda untuk melakukan aktivitas sehari2. Untuk menyewa sepeda sepuasnya kami hanya membayar 15ribu per satu sepeda. Setelah mendapatkan alat transportasi kami pun lekas menuju jembatan cinta. Jembatan cinta adalah nama sebuah jembatan yg dibuat untuk menghubungkan antara pulau tidung besar dan pulau tidung kecil.
Hari ke dua di pulau tidung, dengan menggoes sepeda kami beranjak kembali kekawasan jembatan cinta untuk menikmati sunset. Pagi itu cuaca agak sedikit gerimis tapi matahari mulai mengintip sangat jelas. HUhhh,, lepas semua penat yg ada. Indah ..!!
Jam 1 Siang kami kami pun kembali kejakarta dengan kapal yg sama seperti kapal yg membawa kami ke pulau tidung. sekitar kurang lebih 3 jam kami sampai di pelabuhan muara angke denga selamat. enggak mau menhilangkan kesempatan di muara angke, kami makan seafood sepuasnya di Rumah makan yg banyak tersedia di sekitar pelabuhan.
Sungguh nikmat jalan jalan ke pulau tidung, Kesan pulau tidung yg saya bisa ambil : Murah, bersih, warganya ramah2, dan lautnya indah,.




